Batman Begins - Help Select
Posted by : Unknown Kamis, 27 Maret 2014


                Judul  cerpen     : lelaki dengan bekas luka di jidatnya      
                Pengarang          : Sunaryono Basuki KS
                Sumber                : internet (http://kumpulan-cerpen.blogspot.com/2005/06/)
1.       Butir-butir penting cerpen :
® lelaki yang kerjaanya hanya duduk terpekur diatas kursi malas itu dulu dikenal sebagai pemburu yang mahir menggunakan senapanya namun tak ada suara anak-anak dirumahnya karena semuanya sudah pergi merantau kecuali si bungsu .
®anak-anaknya adalah anak ayang rajin dan sukses. Putut si anak sulung bekerja di konsultan perusahaan asing, sedangkan anak kedua dek tung bekerja di Universitas Negri Malang sebagai  dosen. Sedangkan anak ketiga yaitu mang yul dia hidup di Jakarta dengan suaminya. Anaknya yang terakhir adalah Tut sur namun Tut sur lah yang paling naas nasibnya
® Saat itu, yakni saat istri sang pemburu hamil anak ke 4, istrinya ingin makan babi guling, dan saat itu suaminya men yanggupinya. Saat itu ia mencari babi di daerah yang dikenal angker yaitu Hutan lindung yang konon banyak kejadian aneh disana.
® setelah lama mencari, lelaki itu tak kunjung mendapatkan babi tersebut. Dan ketika dia mendengar suara-suara dari balik semak-semak ia mersa bahwa itu babi yang akan di tembaknya, namun ia justru salah tembak, bukan babi yang ditembaknya. Saat itu istrinya hendak melahirkan, namun saat fajar menyingsing istrinya istrinya meninggal dunia . lelaki itu pun sedih dan menangis mendengar hal tersebut.
® beberapa minggu kemudian lak-laki itu membaca  di Bali Post tentang mayat laki-laki yang ditemukan tewas di hutan lindung dengan luka dijidat.
®anak ke 4 yakni tut sur jarang tinggal di rumah, ia justru lebih banyak tinggal disudut kota, kadang-kadang ia berbicara pada rembulan atau jembatan ataupun justru beton kampung. Pada suatu sore ia kembali ke rumah ddan ia bertanya kepada ayahnya “mengapa ada bekas di jidatku?” namun sang ayah tidak bisa menjawab karena itu adalah karma ia menembak pria di hutan belantara waktu itu.
2.       Isi dari cerpen tersebut adalah :
Dulu ada lelaki gagah perkasa yang berprofesi sbagai pemburu, namun sekarang ia hanya bisa duduk di kursi malas yang diletakan di kebun bunga itu. Lelaki ini memiliki 4 anak, 3 diantaranya menjadi orang sukses. Namun berbeda dengan anak yang ke 4 atau si bungsu. Dulu waktu si ibu hamil anak ke 4 ia ingin menyantap babi guling, dan sang suami menyanggupinya, ia rela pergi ke tempat yang kono angker hanya untuk berburu seeekor babi, namun malang nasib sang pemburu ia tidak mendapatkan babi tersebut justru sang pemburu salah tembak, ia justru menembak lelaki di jidatnya. Setelah peristiwa tersebut istrinya melahirkan Tut sur atau si bungsu,walaupun akhirnya si ibu harus meninggal dunia. Tut sur pun tumbuh dewasa, tidak ada orang yang memperdulikan keadaan Tut Sur. Ia juga terbiasa tinggal di sudut-sudut kota. Suatu sore ia kembali kerumah dengan bau yang tidak sedap dan dengan pakainya yang kotor, ia menghampiri ayahnya dan berkata” mengapa ada bekas di jidatku?” namun sang ayah tidak bisa menjawab karena itu adalah karma ia menembak pria di hutan belantara waktu itu.

3.       Yang berkesan dari cerita tersebut adalah :
® sebuah cerpen yang mengajarkan kita untuk iklas menerima keadaan itu menjadi kesan  tersendiri terhadap cerpen ini.






4.       Tema   : keiklasan
Latar      : Latar waktu      : malam hari, sore hari
                  Latar tempat    : kebun bunga, Hutan lindung
Penokohan : Putut          : Rajin,cerdas
                        Dek Tung     : saying keluarga,cerdas
                        Mang Yul     : santun
                        Tut Sur          : lugu, mudah menyerah
Sudut pandang : orang ketiga pengamat
Tahapan alur             :
Perkenalan         :  lelaki tua yang kerjaanya hanya duduk  itu dulu  dikenal sebagai pemburu yang mahir menggunakan senapanya, namun tak ada suara anak-anak dirumahnya karena semuanya sudah pergi merantau kecuali si bungsu .
anak-anaknya adalah anak yang rajin dan sukses. Putut si anak sulung bekerja di konsultan perusahaan asing, sedangkan anak kedua dek tung bekerja di Universitas Negri Malang sebagai  dosen. Sedangkan anak ketiga yaitu mang yul dia hidup di Jakarta dengan suaminya. Anaknya yang terakhir adalah Tut sur namun Tut sur lah yang paling naas nasibnya .
pemunculan masalah    :  Saat itu, yakni saat istri sang pemburu hamil anak ke 4, istrinya ingin makan babi guling, dan saat itu suaminya men yanggupinya. Saat itu ia mencari babi di daerah yang dikenal angker yaitu Hutan lindung yang konon banyak kejadian aneh disana.
Klimaks                :  setelah lama mencari, ia  tak kunjung mendapatkan babi tersebut. ketika dia mendengar suara-suara dari balik semak-semak ia merasa bahwa itu babi yang akan di tembaknya, namun ia justru salah tembak, bukan babi yang ditembaknya. Saat itu istrinya hendak melahirkan, namun saat fajar menyingsing istrinya istrinya meninggal dunia . lelaki itu pun sedih dan menangis mendengar hal tersebut.
Penyelesain       : . Pada suatu sore ia kembali ke rumah ddan ia bertanya kepada ayahnya “mengapa ada bekas di jidatku?” namun sang ayah tidak bisa menjawab karena itu adalah karma ia menembak pria di hutan belantara waktu itu.
Alur                       : campuran
Amanat                : kita harus berusaha untuk iklas dengan keadaan kita dan pantang menyerah, terus memandang ke depan tidak ke belakang.
5.        nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen tersebut adalah  :
nilai religius :  dibuktikan dengan seringnya anak kedua yaitu Dek Gung untuk melaksanakan upacara adat


                                `               

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Adiel Ferdo Lumowa - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -